Menikah adalah mimpi dari setiap pasangan di dunia. Menikmati hidup berdua dengan orang yang kita cintai memang hal yang membahagiakan, namun tidak semua rumah tangga berjalan mulus.
Bagi pasangan yang baru menikah semuanya pasti terasa indah, tapi di sisi lain tahun pertama pernikahan juga penuh dengan hal-hal yang cukup berat untuk dijalani.
Satu tahun pertama pernikahan adalah masa dimana dua orang yang biasa hidup sendiri harus menjalani segala keputusan hidupnya bersama orang lain, meskipun ia adalah pasangannya sendiri.
Tidak bisa dipungkiri masa adaptasi terbesar dalam hidup seseorang adalah saat ia menikah. Banyak penyesuaian yang dilakukan pasangan pada tahun pertama pernikahan, termasuk tiga hal berikut ini yang biasa dinilai cukup berat dijalani.
Jadwal Baru
Jika biasanya seseorang yang belum menikah bebas menyusun jadwal pribadinya, namun tidak ketika ia telah menikah. Seluruh kegiatan yang akan dilakukannya harus dikomunikasikan bersama pasangan, termasuk waktu untuk diri sendiri.
Kesibukan pekerjaan, hal-hal pribadi dan waktu bersama keluarga akan dibahas bersama pasangan. Menentukan waktu prioritas pun menjadi hal yang diharuskan.
Bagaimana memilih waktu yang tepat untuk berlibur atau memilih menghabiskan waktu di rumah. Jika hal ini tidak dapat dikomunikasikan dengan baik, maka bisa saja ini menjadi suatu persoalan yang dapat menimbulkan ketidakharmonisan rumah tangga.
Banyaknya Keputusan
Setelah menikah, ada banyak hal perlu diurus dan da diputuskan bersama. Contohnya, seperti dimana akan tinggal, bagaimana kita menjalani rumah tangga, bahkan soal menu makan siang yang perlu disajikan.
Tidak sedikit pasangan yang mengeluhkan hal ini, karena segala keputusan yang diambil harus berdasarkan kesepakatan bersama. Tak ayal, hal ini juga terkadang melelahkan.
Muncul Kewajiban Baru
Pernikahan bukan hanya sekedar menyatukan dua cinta, namun juga bagaimana melayani dan melengkapi hidup keduanya. Akan banyak muncul kebutuhan serta kewajiban baru bagi keduanya.
Contohnya saja, seorang suami yang harus bertanggung jawab atas istrinya secara penuh, dan seorang istri yang berkewajiban penuh melayani sang suami secara lahir bathin.
Terkadang kewajiban-kewajiban baru ini juga akan membuat pengantin baru merasa tertekan hingga depresi, sehingga memicu pertengkaran.
Meskipun tiga hal tersebut berat untuk pasangan di awal-awal pernikahan, namun itu dapat diatasi dengan membicarakannya sebelum menikah dan menjalaninya dengan cinta.
Bagi pasangan yang baru menikah semuanya pasti terasa indah, tapi di sisi lain tahun pertama pernikahan juga penuh dengan hal-hal yang cukup berat untuk dijalani.
Satu tahun pertama pernikahan adalah masa dimana dua orang yang biasa hidup sendiri harus menjalani segala keputusan hidupnya bersama orang lain, meskipun ia adalah pasangannya sendiri.
Tidak bisa dipungkiri masa adaptasi terbesar dalam hidup seseorang adalah saat ia menikah. Banyak penyesuaian yang dilakukan pasangan pada tahun pertama pernikahan, termasuk tiga hal berikut ini yang biasa dinilai cukup berat dijalani.
Jadwal Baru
Jika biasanya seseorang yang belum menikah bebas menyusun jadwal pribadinya, namun tidak ketika ia telah menikah. Seluruh kegiatan yang akan dilakukannya harus dikomunikasikan bersama pasangan, termasuk waktu untuk diri sendiri.
Kesibukan pekerjaan, hal-hal pribadi dan waktu bersama keluarga akan dibahas bersama pasangan. Menentukan waktu prioritas pun menjadi hal yang diharuskan.
Bagaimana memilih waktu yang tepat untuk berlibur atau memilih menghabiskan waktu di rumah. Jika hal ini tidak dapat dikomunikasikan dengan baik, maka bisa saja ini menjadi suatu persoalan yang dapat menimbulkan ketidakharmonisan rumah tangga.
Banyaknya Keputusan
Setelah menikah, ada banyak hal perlu diurus dan da diputuskan bersama. Contohnya, seperti dimana akan tinggal, bagaimana kita menjalani rumah tangga, bahkan soal menu makan siang yang perlu disajikan.
Tidak sedikit pasangan yang mengeluhkan hal ini, karena segala keputusan yang diambil harus berdasarkan kesepakatan bersama. Tak ayal, hal ini juga terkadang melelahkan.
Muncul Kewajiban Baru
Pernikahan bukan hanya sekedar menyatukan dua cinta, namun juga bagaimana melayani dan melengkapi hidup keduanya. Akan banyak muncul kebutuhan serta kewajiban baru bagi keduanya.
Contohnya saja, seorang suami yang harus bertanggung jawab atas istrinya secara penuh, dan seorang istri yang berkewajiban penuh melayani sang suami secara lahir bathin.
Terkadang kewajiban-kewajiban baru ini juga akan membuat pengantin baru merasa tertekan hingga depresi, sehingga memicu pertengkaran.
Meskipun tiga hal tersebut berat untuk pasangan di awal-awal pernikahan, namun itu dapat diatasi dengan membicarakannya sebelum menikah dan menjalaninya dengan cinta.
