Penjual nasi uduk atau nasi kuning kerap menjadi incaran pembeli. Ya, kedua menu tersebut merupakan makanan yang cocok disantap baik pagi atau malam hari. Selain ringan diperut, harganya pun tidak terlalu mahal.
Bisnis nasi uduk atau nasi kuning juga tidak lekang oleh waktu. Segmennya luas dan menyangkut kebutuhan primer. Nah, dengan modal Rp4 jutaan, Anda bisa memulai usaha ini. Bagaimana caranya?
Tahap I, Persiapan Memulai Bisnis :
1. Anda harus memiliki keahlian dalam mengolah masakan nasi uduk. Jika belum mahir, belajarlah terlebih dahulu hingga masakan Anda benar-benar layak dijual dan sesuai keinginan pasar.
2. Menyiapkan peralatan masak dan peralatan makan untuk pelanggan yang hendak makan di tempat.
3. Menyiapkan lauk-lauk pendamping sehingga membuat siapapun yang melihat menjadi semakin berselera, seperti olahan gorengan, semur jengkol atau sambal kacang yang khas.
Tahap II, Strategi Bisnis :
1. Buatlah pembeda yang menarik antara nasi kuning atau uduk buatan Anda dengan pedagang lainnya. Misalnya, bisa berupa rasa yang khas atau jenis lauknya.
2. Menjaga kebersihan tempat usaha.
3. Selalu menjaga mutu dengan menggunakan bahan baku berkualitas
4. Sediakan lauk tambahan yang lebih inovatif sehingga pelanggan memiliki pilihan lauk yang lebih beragam.
Tahap III, Hambatan Bisnis :
1. Nasi kuning atau uduk yang tidak laku pada hari itu akan terbuang sia-sia.
2. Persaingan dengan penjual nasi kuning atau uduk lainnya.
Tahap IV, Tips Sukses :
1. Selalu menjadi yang pertama menjual sarapan sehingga Anda bisa mendapat pelanggan yang lebih dulu dibanding pedagang lainnya.
2. Tetapkan harga yang kompetitif
3. Sediakan minum gratis kepada konsumen.
4. Jika usaha di sekitar rumah sudah berhasil, Anda bisa menambah gerobak dan berjualan di pasar, kampus atau di tempat ramai lainnya.
Tahap V, Begini Perhitungannya :
* Asumsi: Harga jual nasi uduk Rp5.000, target minimal penjualan 50 porsi


